Semen Gresik Masih Inginkan Pabrik di Pati

Posted on 2 Desember 2010 oleh

1


Sebagaimana yang telah dikutip oleh Info Pati.com bahwasanya “PT Semen Gresik Tbk  memberi tenggat waktu paling lambat akhir tahun ini untuk mencari kejelasan nasib proyek pabrik semen di Pati, Jateng, yang hingga kini masih tersendat-sendat karena kontroversi lingkungan dan pembebasan tanah. Sehingga, pada awal tahun depan setidaknya kami sudah mendapat gambaran yang jelas tentang kelanjutan proyek di Pati tersebut,”

“Mengapa mereka menginginkan Pabrik itu berada di pati (Jawa tengah)? Itu karena soal transportasi. Pabrik semen harus dekat dengan lokasi pasar untuk menekan ongkos transportasi, meningkatkan efisiensi, dan mencapai skala ekonomi. Di Jateng, ada beberapa wilayah lagi yang potensial, seperti Gombong, Rembang, sampai Blora,” jelasnya.

PT Semen Gresik siap memulai rencana pembangunan pabrik semen di Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah setelah gagal mewujukannya pada pertengahan tahun ini akibat penolakan masyarakat setempat yang didukung sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Kepala Divisi Komunikasi Semen Gresik, Saifudin Zuhri, di Semarang, Jumat malam mengatakan, sepanjang masyarakat setempat menerima kehadiran PT Semen Gresik, pihaknya dalam waktu dekat bisa segera memulai proses pembebasan lahan. “Asal kondisi masyarakat kondusif untuk menerima PT Semen Gresik, kami siap memulai pembangunan pabrik semen,” katanya seraya menambahkan, pihaknya siap berdialog dengan pihak yang pro maupun menentang rencana pabrik semen di Sukolilo.

PT Semen Gresik gagal mendirikan pabrik semen di Sukolilo karena masyarakat menolak rencana investasi senilai Rp5 triliun tersebut. Pabrik ini rencananya menghasilkan sekitar 2,5 juta ton/tahun. Karena gagal membangun di Sukolilo, PT Semen Gresik mengalihkan ke Tuban (Tuban IV) dengan kapasitas produksi sama, 2,5 juta ton/tahun.

Menurut dia, bila masyarakat memang mau, pihaknya pada akhir 2009 optimistis sudah bisa membentuk tim baru yang bertugas merevitalisasi rencana yang sempat tertunda tersebut. Luas areal penambangan di Sukolilo sekitar 700 hektare.

Tim tersebut akan beranggotakan dari personel Pemerintah Kabupaten Pati, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, PT Semen Gresik, dan beberapa pihak yang berkompeten. “Bila masyarakat mau menerima, akhir 2009 tim terbentuk, kemudian pada 2010 sudah bisa mulai melakukan pembebasan lahan dan pada 2011 mulai tahap pembangunan konstruksi. Akan tetapi, ini tergantung masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, PT Semen Gresik memiliki komitmen untuk mempertahankan pangsa pasar semen saat ini sebanyak 45 persen atau sekitar 20 juta ton/tahun dari produksi nasional sekitar 43,54 juta ton.

Mengutip Menneg BUMN tentang proyeksi kebutuhan semen pada 2020, Saifudin menyebutkan, pada 10-12 tahun mendatang kebutuhan semen nasional mencapai 120 juta ton sehingga bila pangsa pasarnya tetap 45 persen, berarti pada 2020 PT Semen Gresik harus menghasilan sekitar 50 juta ton/tahun. “Jadi, ada kekurangan sekitar 30 juta ton yang harus dipenuhi selama 10-12 tahun ke depan dengan menambah kapasitas produksi,” katanya.

Untuk mempertahankan pangsa pasar tersebut, Saifudin mengungkapkan, PT Semen Gresik juga merencanakan mendirikan pabrik semen di sejumlah daerah, termasuk di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Luar Jawa. “Ada enam lokasi yang dipersiapkan, namun kami tidak bisa menyebutkannya sekarang,” katanya.

PT Semen Gresik sebagai BUMN, katanya, memiliki komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat, yang dibuktikan dengan keberadaannya di Gresik selama 50 tahun dan di Tuban selama 20 tahun, tanpa ada masalah berarti.

Menurut dia, dengan jumlah pekerja sekitar 2.000 orang di dalam pabrik Sukolilo dan sekitar 3.000 personel yang bekerja di armada angkutan, efek berantai (multiplier effects) ekonomi atas keberadaan PT Semen Gresik akan sangat besar.

Menurut dia, perekonomian Pati Selatan akan terus tumbuh dan berkembang, begitu pula kehidupan sosial dan kesehatan masyarakatnya, melalui program “corporate social responsibility” (CSR) yang mengucurkan dana miliaran rupiah setiap tahunnya. “Pendapatan asli daerah (PAD) Tuban, 65 persen di antaranya disumbang oleh PT Semen Gresik,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo, sebelumnya sempat mengungkapkan kekecewaannya atas pembatalan pembangunan pabrik semen di Sukolilo. “Daerah lain mencari masuknya investasi besar susahnya bukan main, di Jawa Tengah ada investasi senilai lima triliun rupiah kok ditolak,” kata Gubernur kala itu.

Referensi dan gambar:

Posted in: Berita