Kafe dan Karaoke di Pati Resmi Dilarang

Posted on 7 Desember 2010 oleh

0


Setelah didesak belasan ormas Islam dan kepemudaan di Pati, seperti NU, Muhammadiyah, PMII, GP Ansor, IPNU, IPPNU, dan Ormas Islam lain yang menggelar aksi unjuk rasa.
yang berjumlah diperkirakan mencapai 5.000 orang dari berbagai usia tua dan muda. yang tergabung dalam Aliansi Petisi Rakyat Pati (APRP) dengan melakukan aksi turun ke jalan untuk menentang keberadaan tempat-tempat hiburan yang berlabel kafe dan karaoke yang disalahgunakan praktiknya menjadi tempat maksiat.

Pemkab Pati akhirnya memutuskan untuk mempertemukan pihak-pihak yang terkait (Pengusaha Hiburan, APRP, Dinas-dinas Terkait) untuk duduk bersama membicarakan solusi dan kejelasan banyaknya desakan dari berbagai pihak yang menuntut ditutupnya tempat itu.

Kemudian dilakukan penggodokan oleh tim yang telah dibentuk Bupati Pati, yang akhirnya memunculkan Surat Keputusan (SK) Bupati Pati, 17 Juli 2010 Nomor 556.4/1212/2010 tentang Penutupan, Penghentian, dan Pencabutan Izin Usaha Karaoke di Kabupaten Pati.

SK tersebut dikeluarkan dengan beberapa pertimbangan, di antaranyan karena pertimbangan kondisi, situasi keamanan, serta ketertiban umum agar tetap kondusif. Selain itu, juga menjelaskan bahwa usaha karaoke tersebut memberikan dampak negatif bagi masyarakat luas di Kabupaten Pati.

Artinya, bagaimanapun seluruh kafe dan karaoke baik yang berizin maupun tidak berizin setelah turunnya SK ini resmi akan kami tutup,”…

Dengan munculnya SK tersebut, akhirnya membuat lega berbagai pihak, di antaranya dari peguyuban pengusaha karaoke yang resmi yang selama beberapa minggu nasibnya terkatung-katung dan tidak mendapatkan kejelasan. Selain itu pula jajaran Satpol PP dan Polres Pati serta beberapa elemen dari TNI, karena setelah adanya SK tersebut aksi yang akan digelar secara besar-besaran oleh APRP tidak jadi dilaksanakan.

Kepala Satpol PP Kabupaten Pati, Puji Priyono, melalui kasi Penegak Perda, Moch Khanafi, mengungkapkan, seiring adanya SK itu, beberapa upaya untuk menjaga dan mengamankan kondisi di Pati. Di antaranya akan melakukan sosialisai SK dan pensegelan tempat-tempat itu secara resmi.

Dan masih menurut penuturan Moch Khanafi yang dikutip infopati.com dari harian Solopos bahwasanya bagaimanapun juga seluruh kafe dan karaoke baik yang berizin maupun tidak berizin setelah turunnya SK ini resmi akan kami tutup. Dan selanjutnya regulasi dan sanksi akan kami atur untuk keberlangsungannya ke depan,” tegasnya saat ditemui.

Kegerahan masyarakat Pati dengan menjamurnya tempat kafe dan karaoke ini timbul karena tempat tersebut banyak disalahgunakan, seperti untuk prostitusi dan ajang minum- minuman keras. Sudah berulang kali mereka menyuarakan penutupan itu, tapi pihak Pemerintah Pati kurang meresponsnya. Tapi justru disikapi Pemerintah Pati hanya dengan menaikkan restribusi dengan tarip tinggi, yakni naiknya retribusi tempat hiburan sebesar Rp 1,7 miliar tahun ini. Tahun lalu, PAD hiburan hanya Rp 250 juta.

Referensi :

http://www.voa-islam.com/

http://www.solopos.com/

patikab.go.id

Posted in: Berita